Gangguan Mimpi Buruk

Filled under:

Gangguan mimpi buruk (nightmare disorder), juga disebut gangguan ansietas mimpi, ditandai dengan terjadinya mimpi berulang selama tidur yang terasa mengancam dan menakutkan. Rasa takut itu menyebabkan orang terbangun.



Mimpi buruk adalah mimpi yang menyebabkan rasa takut yang sangat. Mimpi ini seringkali rumit dan cukup panjang. Saat mimpi berlangsung, ancaman terhadap orang tersebut biasanya meningkat. Bangun tidur biasanya terjadi hanya ketika ancaman atau bahaya mencapai klimaksnya.

Mimpi buruk biasanya terjadi pada paruh kedua dari tidur malam. Selama mimpi buruk, penderita mungkin mengerang, meracau (berbicara sendiri), atau bergerak sedikit, meskipun tanda-tanda ini tidak selalu muncul. Kondisi ini dapat berhubungan dengan takikardia, takipnea, diaforesis, dan arousal. Keterjagaan penuh dan ingatan terhadap mimpi membedakan mimpi buruk dari teror malam.


Berikut ini adalah tips menghadapi anak yang mengalami mimpi buruk:

Saat Anak Mengalami Mimpi Buruk Biasanya anak mengalami mimpi buruk dalam separuh waktu tidurnya saat malam. Mimpi buruk akan membuat anak terbangun dan tidak mau lagi tidur karena takut. Mimpi buruk juga biasanya muncul saat anak merasa takut pada suatu hal.

Adapun beberapa hal yang bisa Anda alami jika anak mengalami hal seperti ini adalah:

  • Hampiri dia dengan segera dan pastikan kalau dia tidak mengalami hal yang berbahaya; 
  • Mintalah anak untuk menceritakan mimpinya. Buatlah agar dia mau menceritakan hal tersebut kepada Anda meskipun itu menakutkan. 
  • Setelah itu, jelaskan padanya kalau hal tersebut tidaklah nyata. 
  • Periksa keadaan di sekitar kamar anak, siapa tahu saja ada sesuatu yang bisa membuatnya ketakutan. Contohnya, bayangan yang berasal dari luar rumah. 
  • Jika anak tertidur dalam kamar yang gelap, cobalah menyalakan lampu kamar Jika si kecil biasa tidur dengan kamar gelap, nyalakan lampu agar perasaannya lebih tenang. 
  • Jika Anak Mengalami Teror Keadaan ini biasanya dialami seorang anak yang berada pada usia balita hingga usia sekolah. Hal ini biasanya terjadi pada tahapan terdapat di fase tidurnya. 


Adapun ciri-ciri anak yang mengalami night terror adalah:

  • Dia panik, menjerit, tangisan yang tidak terkendali, berkeringat dan deru napas yang cepat; 
  • Dia tidak sadar kalau Anda berada di sampingnya; 
  • Saat Anda berusaha untuk menenangkannya, dia akan menolak dan menendang; 


Adapun beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat anak mengalami hal ini adalah:

  • Berusaha untuk tetap tenang, karena mungkin saja justru Anda yang lebih takut saat anak mengalami hal ini; 
  • Sebaiknya Anda tidak membangunkan anak; 
  • Periksalah keadaan anak dan pastikan kalau dia tidak melukai diri sendiri. 
  • Jika night terror membuatnya meninggalkan tempat tidur, ajaklah dia untuk kembali dengan lembut.